uts 4b
Pengalaman pertama
menjadi seorang Guru
Eneng Ating Latifah [2O18.O1O.28}/4B
Menjadi seorang guru adalah tugas yang berat ,Namun
jika dijalani dengan keihlasan bisa menjadi ringan .Tiga tahun sudah terlewati
,sekarang menginjak ke empat tahun saya
mengajar di sebuah sekolah madrasah untuk semua mata pelajaran ,tetapi hasil yang saya dapat dari siswa /I belum
meunjukan keberhasian saya sebagai seorang guru.
Awalnya saya di berikan ijin untuk mengajar di sebuah sekolah madrasah
dikarenakan di suruh oleh seorang pendiri madrasah itu meskipun waktu itu saya
sempat mengajar di sekolah madrasah menengah pertama untuk mata pelajaran akidah akhlak namun hanya
sementara waktu yaitu setahun lamanya .setahun kemudian saya melanjutkan mengajar
yang ditawarkan oleh seseorang yang saya hormati dan saya kagumi dan dukungan dari saudara kandung ,meskipun hanya berbekal ilmu
yang lupa ingatkan lagi karena mungkin usia yang beranjak tua .
Waktu itu saya sempat mengikuti perkuliahan kelas karyawan yang berada
di cinunuk cilenyi Bandung
Namun perjalanan hidup kadang tuntas dan tidak tuntas ,kemudian saya
melanjutkan kuliahnya ke STAI AL –FALAH cicalangka .
Pertama kali saya mengajar ditugaskan dikelas 1 , saya beranggapan bahwa saya mampu
mengajar dengan baik ,mengolah kelas dengan sempurna dan mampu mengolah nilai –nilai
red semua mata pelajaran /di atas rata-rata
nilai KKM .Tetapi apa yang terjadi ? saya merasa stress dengan tingkah
laku anak-anak yang bikin ngurut dada meskipun saya berusaha untuk mencoba
bersabar . Dalam hati saya berkata ,begini susahnya menjadi seorang guru ?
Harus bisa mensiasati berbagai macam karakter
dari satu kelas bahkan dari satu
sekolah ?
Tugas saya mengajar anak-anak dimulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 ,karena tiap tahun
pergantian pembelajaran para guru di
rolling dengan tujuan agar peserta didik tidak merasa bosan .
Tetapi dari tiga tahun itu ,tetap saj anilai anak-anak masih dibawah
nilai KKM .Dalam hati saya berkata apa yang salah dengan cara mengajar
saya ? bagaiman saya dapat meningkatkan
prestasi belajar mereka ? padahal nilai
standar KKM itu hanya 6.oo ?
Berbagai upaya saya lakukan ,
dari memberikan tugas kelompok dengan
tujuan agar siswa/I dapat memecahkan soal ,tetapi tetap saja ,yang kerja hanya siswa/I yang mampu mengerjakan soal . kemudian melakukan pendalaman semua
materi pelajaran baik pelajaran PAI Maupun Umum .
Tetapi tetap saja anak –anak lebih banyak mengeluh dan beralasan yang mereka utarakan ,;kecapean,ngantuk
,laper, dan lain sebagainya.meskipun sudah diberikan pendalamn materi tetap
saja dengan prestasi sebelumnya .
Sempat saya berpikir untuk berhenti mengajar karena begitu banyak beban yang di tanggung
seorang guru , terlebih tentang moral
,Namun mau apa dikata apa ,hati saya berontak . jangan pantang arang
sebelum berperang ..ini dadalah sebuah proses ,begitu hati kecil saya
menyemangati . pelan tapi pasti .saya mencoba berusaha dan bersabar , membagi
atau mengelompokan siswa –siswi yang
mudah menyerap penjelasan ,yang kurang
,bahkan yang sampai tidak mengerti sama sekali .Namun tetap saja mereka adalah{
factor yang bikin saya harus bersabar tingkat tinggi } malah ada yang asyik
mengobrol ketika saya menjelaskan materi
pembelajaran ,ada juga menyakan jam pulang ,dan ada yang ijin permisi mau ke jamban sampai jam pelajaran habis .
Saat ini saya mengajar anak-anak kelas 2 dan memasuki awal pembelajaran disaat phenomena
alam yang berubah –ubah dan kondisi memprihatinkan dimana kita harus menjaga
dan mentaati peraturan pemerintah bahkan kenegaraan .pasca terjadinya covid -19
.dalam menghadapi kegiatan pembelajaran di saat pandemic saya kebingungan
karena sistem pembelajaran dan caranya
berubah harus sesuai
dengan kondisi saat ini .
Sistem pembelajaran daring /luring sebagian orang tua tidak menyetujuinya
karena
harus besar modal ,sedangkan mereka sendiri susah karena sulitnya
mencari pekerjaan . saya selaku guru pun, ikut prihatin dan kesusahan dengan keterbatasan quota dan jaringan yang
tidak presektif .
Dalam pembuatan jurnal untuk laporan hasil pembelajaran saya masih meraba-raba karena harus sesuai
dengan kondisi saat ini .meskipun begitu saya berusaha memberikan pengajaran
yang baik kepada mereka agar mampu menyerap
apa yang saya jelaskan . tetapi ,diluar dari tulisan saya ini, ada satu
hal yang sampai saat ini menyangkut di hati saya .apa mungkin semua ini factor akhlak
anak –anak ? . . tak lepas dari semua itu ada yang disebut dengan olah raga
jiwa dan olah raga raga ,atau jasmani
dan rohani ,jasmaninya sehat begitu pula dengan rohaninya ,maka saya ingin
menerapkan cara pegajaran yang menerapkan terapy qolbu .
Ada dua cara yang ingin saya terapkan untuk mengubah prilaku ana- anak
tak lepas dari sebuah latihan –latihan /pengolahan –pengolahan jasmani dan rohani .
Yang pertama yaitu dengan ucapan
atau bacaan kalimah Thayyibah .dan kalimah ini untuk menterapy rohaninya.seperti
bacaan “ bismilahir-rahmanir-rahim “ dan mereka mampu menerapkannyan dalam kegiatan sehari –hari baik dilingkungan
sekolah maupun lungkungan keluarga.
Yang kedua untuk melatih anak
agar anak berkonsentrasi pada materi pembelajaran maka untuk mengetahui apakah prilaku anak menunjukan kurangnya konsentrasi maka lakukanlah yang disebut dengan tes
berjalan ,latihan berjalan
,merangkak sambil duduk ,merangkak maju,
membalik posisi tidur
mulai dalam posisi penyembuhan ,menekan kebawah tangan yang di tekuk
,membalikan kepala ke sisi lain ,
merayap gaya militer , merayap gaya katak .
Begitulah sekelumit cerita dari
saya ketika pertamakali mengajar .maaf
jika tulisan ini tidak nyambung
antara paragraph yang satu dengan
yang lainnya .
Komentar
Posting Komentar